Belt-Cleaner-Buana-Rangga-Gumilang-BRG-Bogor

Belt Cleaner Conveyor

Belt cleaner conveyor merupakan salah satu komponen penting dalam sistem conveyor belt yang berfungsi membantu membersihkan material yang masih menempel pada permukaan belt setelah melewati head pulley.

Pada sistem conveyor untuk pertambangan, PLTU, pabrik semen, manufaktur, quarry, dan industri material handling, carryback yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan material jatuh di sepanjang jalur return belt, meningkatkan kebutuhan cleaning, mempercepat keausan komponen, dan mengganggu area kerja.

PT Buana Rangga Gumilang (BRG) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang conveyor system, engineering, pengadaan, instalasi, splicing conveyor belt, rubber lagging, maintenance, dan solusi material handling untuk kebutuhan industri di Indonesia.

Melalui pengalaman pada pekerjaan conveyor dan industrial maintenance, BRG menangani berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan sistem conveyor, termasuk belt cleaner, conveyor belt, pulley, roller, belt splicing, rubber lagging, conveyor maintenance, hingga pekerjaan instalasi dan perbaikan conveyor.

Artikel ini membahas belt cleaner conveyor secara teknis, mulai dari fungsi, jenis, prinsip kerja, pemilihan, instalasi, hingga kaitannya dengan preventive maintenance conveyor.


Apa Itu Belt Cleaner Conveyor?

Belt cleaner conveyor adalah perangkat yang dipasang pada sistem conveyor untuk mengurangi material yang masih menempel pada permukaan belt setelah belt melewati area discharge atau head pulley.

Material yang tertinggal pada belt dikenal sebagai carryback.

Tanpa sistem cleaning yang sesuai, carryback dapat terbawa oleh return belt dan kemudian jatuh di sepanjang jalur conveyor.

Belt cleaner bekerja dengan memberikan tekanan atau kontak tertentu pada permukaan belt sehingga material yang menempel dapat dilepaskan sebelum belt kembali menuju area tail pulley.

Secara sederhana:

Material → Head Pulley → Belt Cleaner → Return Belt → Tail Pulley

Posisi dan jenis belt cleaner harus disesuaikan dengan kondisi conveyor, karena setiap sistem memiliki karakteristik belt, material, kecepatan, pulley, dan kondisi operasi yang berbeda.


Mengapa Belt Cleaner Penting pada Sistem Conveyor?

Belt cleaner bukan sekadar komponen pembersih belt. Sistem cleaning yang tepat dapat menjadi bagian dari strategi conveyor maintenance.

Carryback yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan:

  • Material menumpuk di bawah conveyor.
  • Area kerja menjadi lebih sulit dibersihkan.
  • Material masuk ke area return roller.
  • Roller dan komponen conveyor lebih cepat kotor.
  • Risiko gangguan terhadap tracking belt meningkat.
  • Frekuensi pekerjaan housekeeping bertambah.
  • Potensi kerusakan komponen meningkat.
  • Waktu maintenance dapat bertambah.

Karena itu, pemilihan belt cleaner perlu mempertimbangkan kondisi aktual conveyor, bukan hanya ukuran belt.


Jenis Belt Cleaner Conveyor

Secara umum, sistem belt cleaning dapat menggunakan beberapa konfigurasi, antara lain primary belt cleaner, secondary belt cleaner, dan V-plow cleaner.

1. Primary Belt Cleaner

Primary belt cleaner biasanya ditempatkan di sekitar area head pulley, setelah titik material discharge.

Fungsinya adalah menghilangkan sebagian besar material yang masih melekat pada permukaan belt.

Primary cleaner menjadi tahap pertama dalam proses pembersihan belt.

Aplikasi dapat ditemukan pada conveyor yang membawa:

  • Batubara
  • Limestone
  • Clinker
  • Pasir
  • Ore
  • Material tambang
  • Material curah lainnya

Jenis blade dan sistem tensioning harus dipilih sesuai karakteristik belt dan material yang ditangani.


2. Secondary Belt Cleaner

Secondary belt cleaner digunakan setelah primary cleaner.

Fungsinya adalah membersihkan sisa material yang masih tertinggal pada permukaan belt setelah melewati primary cleaner.

Konfigurasi primary dan secondary dapat digunakan secara bersamaan ketika kebutuhan cleaning conveyor lebih tinggi.

Pemilihan sistem secondary cleaner harus memperhatikan:

  • Kondisi belt
  • Jenis belt splice
  • Kecepatan belt
  • Karakteristik material
  • Kondisi permukaan belt
  • Ruang instalasi
  • Sistem tensioning

3. V-Plow Cleaner

V-plow cleaner umumnya ditempatkan pada sisi return belt.

Konfigurasinya berbentuk V dan berfungsi membantu mencegah material yang berada di atas return belt mencapai area tail pulley.

V-plow dapat menjadi bagian dari sistem perlindungan conveyor, khususnya pada sistem yang membawa material curah.


Perbedaan Primary, Secondary, dan V-Plow Belt Cleaner

JenisPosisi UmumFungsi
Primary CleanerDekat head pulleyMenghilangkan sebagian besar carryback
Secondary CleanerSetelah primary cleanerMembersihkan sisa material
V-PlowReturn beltMembantu mencegah material menuju tail pulley

Ketiga jenis tersebut memiliki fungsi berbeda sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan konfigurasi conveyor.


Material Blade Belt Cleaner

Blade merupakan bagian penting dari belt cleaner.

Material blade yang digunakan dapat berbeda tergantung aplikasi, antara lain:

Urethane

Urethane banyak digunakan untuk aplikasi general karena memiliki karakteristik fleksibel dan tahan terhadap keausan pada kondisi tertentu.

Rubber

Rubber dapat digunakan pada aplikasi tertentu yang membutuhkan karakteristik kontak yang lebih fleksibel.

Tungsten Carbide

Blade berbasis tungsten carbide dapat digunakan pada aplikasi yang membutuhkan ketahanan aus lebih tinggi.

Namun, pemilihan blade tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan materialnya.

Kondisi belt, jenis splice, kecepatan belt, material yang dibawa, temperatur, dan kondisi permukaan belt juga harus diperhatikan.


Bagaimana Cara Kerja Belt Cleaner Conveyor?

Prinsip kerja belt cleaner relatif sederhana.

Setelah belt membawa material melewati head pulley, masih terdapat sebagian material yang menempel pada permukaan belt.

Blade cleaner ditempatkan pada posisi tertentu sehingga melakukan kontak dengan permukaan belt.

Saat belt bergerak, blade membantu melepaskan material yang menempel.

Material kemudian diarahkan menuju area discharge sehingga tidak ikut terbawa sepanjang return belt.

Secara sederhana:

Belt membawa material → Material discharge → Carryback tersisa → Primary cleaner → Secondary cleaner → Return belt

Efektivitas sistem tersebut sangat dipengaruhi oleh desain, posisi, tekanan, kondisi blade, dan kondisi belt.


Faktor yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Belt Cleaner

Memilih belt cleaner tidak cukup hanya berdasarkan ukuran lebar belt.

Beberapa parameter yang perlu diperiksa antara lain:

1. Belt Width

Lebar belt menjadi salah satu parameter utama.

Contohnya:

  • BW500
  • BW650
  • BW800
  • BW1000
  • BW1200
  • BW1400
  • BW1600
  • BW1800
  • BW2000

Namun ukuran belt bukan satu-satunya parameter dalam pemilihan cleaner.

2. Belt Speed

Kecepatan belt mempengaruhi kebutuhan sistem cleaning dan karakteristik blade.

Semakin tinggi kecepatan operasi, semakin penting pemilihan sistem cleaner dan tensioning yang tepat.

3. Karakteristik Material

Material yang dibawa conveyor sangat mempengaruhi kebutuhan belt cleaning.

Contohnya:

  • Batubara
  • Limestone
  • Clinker
  • Ore
  • Pasir
  • Material basah
  • Material lengket
  • Material abrasif

Material yang basah atau lengket dapat memiliki karakter carryback berbeda dibanding material kering.

4. Diameter Head Pulley

Diameter pulley perlu diperhatikan karena posisi dan konfigurasi belt cleaner harus disesuaikan dengan area sekitar head pulley.

5. Kondisi Belt

Periksa:

  • Ketebalan cover
  • Kondisi permukaan belt
  • Kerusakan belt
  • Tracking
  • Kondisi splice
  • Mechanical fastener apabila digunakan

Kondisi belt akan mempengaruhi jenis blade dan metode tensioning yang sesuai.


Kesalahan Umum dalam Instalasi Belt Cleaner

Belt cleaner yang bagus belum tentu menghasilkan cleaning yang optimal apabila instalasinya tidak tepat.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

Posisi cleaner tidak tepat

Posisi blade harus disesuaikan dengan konstruksi head pulley dan jalur belt.

Tekanan terlalu besar

Tekanan berlebihan dapat meningkatkan keausan blade dan belt.

Tekanan terlalu kecil

Tekanan yang terlalu rendah dapat menyebabkan carryback masih tertinggal.

Tidak memperhatikan splice

Area splice perlu diperhatikan karena kontak cleaner dengan splice dapat mempengaruhi umur belt cleaner maupun belt.

Tidak melakukan inspeksi setelah pemasangan

Setelah instalasi, sistem harus dipantau untuk melihat kondisi cleaning, keausan blade, tracking belt, dan kemungkinan gangguan lainnya.


Hubungan Belt Cleaner dengan Conveyor Maintenance

Belt cleaner sebaiknya tidak dipandang sebagai komponen yang berdiri sendiri.

Efektivitasnya berkaitan dengan kondisi berbagai komponen conveyor lainnya.

Beberapa komponen yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Conveyor belt
  • Head pulley
  • Tail pulley
  • Carry roller
  • Return roller
  • Impact roller
  • Skirt rubber
  • Pulley lagging
  • Belt cleaner
  • Belt tracking system
  • Conveyor structure

Sebagai contoh, skirt rubber yang tidak sesuai dapat meningkatkan material spillage di area loading.

Sementara itu, rubber lagging pulley berhubungan dengan traction antara pulley dan belt.

Dengan demikian, pemeriksaan conveyor sebaiknya dilakukan sebagai satu sistem.


Belt Cleaner dalam Preventive Maintenance Conveyor

Preventive maintenance bertujuan mendeteksi kondisi komponen sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Pada belt cleaner, pemeriksaan dapat mencakup:

  • Kondisi blade
  • Keausan blade
  • Posisi cleaner
  • Sistem tensioning
  • Kondisi bracket
  • Baut dan mounting
  • Kontak blade dengan belt
  • Kondisi belt
  • Carryback setelah cleaner
  • Kondisi area head pulley

Hasil inspeksi dapat digunakan untuk menentukan apakah cleaner masih dapat digunakan, perlu dilakukan adjustment, atau membutuhkan penggantian komponen.


Bagaimana BRG Menangani Belt Cleaner Conveyor?

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang conveyor system dan industrial maintenance, PT Buana Rangga Gumilang (BRG) memandang belt cleaner sebagai bagian dari keseluruhan sistem conveyor.

Dalam pekerjaan di lapangan, evaluasi tidak hanya melihat cleaner, tetapi juga kondisi conveyor secara keseluruhan.

Tahapan pekerjaan dapat meliputi:

1. Conveyor Inspection

Pemeriksaan kondisi aktual conveyor dilakukan untuk memahami permasalahan yang terjadi.

2. Identifikasi Carryback

Tim melihat lokasi dan karakter material yang masih terbawa oleh belt.

3. Pemeriksaan Belt

Kondisi belt, splice, tracking, dan permukaan belt diperiksa sebelum menentukan sistem cleaner.

4. Pemeriksaan Head Pulley

Area head pulley diperiksa untuk menentukan posisi dan konfigurasi belt cleaner.

5. Pemilihan Cleaner

Jenis cleaner disesuaikan dengan:

  • Belt width
  • Belt speed
  • Material
  • Pulley diameter
  • Kondisi belt
  • Kondisi operasi

6. Instalasi dan Adjustment

Cleaner dipasang pada posisi yang sesuai kemudian dilakukan adjustment agar kontak dengan belt bekerja secara optimal.

7. Monitoring

Setelah pemasangan, kondisi cleaner dan belt dipantau untuk melihat performa cleaning serta keausan komponen.


BRG — Conveyor System & Industrial Maintenance

PT Buana Rangga Gumilang (BRG) merupakan perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang Engineering, Pengadaan dan Konstruksi, dengan fokus pada Conveyor System, Machining, Material Handling, dan Industrial Maintenance.

BRG menyediakan solusi untuk berbagai kebutuhan conveyor, mulai dari engineering dan pengadaan komponen hingga instalasi, maintenance, conveyor belt splicing, rubber lagging, inspection, repair, dan after-sales support.

Lingkup pekerjaan conveyor BRG mencakup antara lain:

  • Conveyor System
  • Conveyor Belt
  • Belt Splicing
  • Hot Splicing
  • Cold Splicing
  • Rubber Lagging
  • Belt Cleaner
  • Conveyor Roller
  • Pulley
  • Skirt Rubber
  • Impact Bed
  • Conveyor Maintenance
  • Conveyor Installation
  • Conveyor Inspection
  • Conveyor Repair
  • Engineering dan Technical Support

Dengan cakupan tersebut, BRG mendukung kebutuhan conveyor system dan material handling untuk berbagai sektor industri seperti pertambangan, pembangkit listrik, pabrik semen, manufaktur, petrokimia, dan fasilitas produksi.

One Stop Conveyor System Solution


Kapan Belt Cleaner Perlu Diperiksa atau Diganti?

Tidak ada satu interval penggantian yang berlaku untuk semua conveyor.

Pemeriksaan perlu dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Beberapa indikasi yang perlu diperhatikan:

  • Carryback meningkat.
  • Material masih banyak tertinggal setelah cleaner.
  • Blade mengalami keausan.
  • Blade mengalami kerusakan.
  • Sistem tensioning tidak bekerja dengan baik.
  • Cleaner bergeser dari posisi awal.
  • Terjadi kontak yang tidak normal dengan belt.
  • Area head pulley semakin kotor.
  • Terjadi gangguan pada area return belt.

Dalam kondisi tersebut, evaluasi teknis diperlukan untuk menentukan apakah cukup dilakukan adjustment atau diperlukan penggantian komponen.


Belt Cleaner untuk Conveyor Batubara, PLTU, Pertambangan, dan Industri

Belt cleaner banyak digunakan pada sistem conveyor yang menangani material curah.

Contohnya:

Conveyor Batubara

Digunakan untuk membantu mengurangi carryback batubara pada sistem coal handling.

Conveyor PLTU

Belt cleaner dapat menjadi bagian dari sistem maintenance pada coal conveyor dan material handling.

Conveyor Pertambangan

Pada sistem pertambangan, karakter material yang abrasif membuat pemilihan blade dan sistem cleaning perlu diperhatikan.

Conveyor Pabrik Semen

Material seperti limestone dan clinker membutuhkan sistem cleaning yang disesuaikan dengan karakter material.

Conveyor Industri

Berbagai fasilitas produksi menggunakan conveyor sebagai bagian dari proses material handling sehingga kebersihan dan reliability sistem menjadi bagian dari maintenance.


FAQ Belt Cleaner Conveyor

Apa fungsi belt cleaner conveyor?

Belt cleaner conveyor berfungsi membantu menghilangkan material yang masih menempel pada permukaan belt setelah melewati area head pulley sehingga mengurangi carryback pada return belt.

Apa perbedaan primary dan secondary belt cleaner?

Primary cleaner umumnya ditempatkan dekat head pulley untuk menghilangkan sebagian besar material, sedangkan secondary cleaner digunakan setelah primary untuk membersihkan sisa material.

Apa itu V-plow cleaner?

V-plow cleaner merupakan perangkat cleaning yang dipasang pada return belt dan berbentuk V untuk membantu mencegah material mencapai area tail pulley.

Apakah semua conveyor membutuhkan belt cleaner yang sama?

Tidak. Pemilihan belt cleaner perlu mempertimbangkan belt width, belt speed, karakteristik material, diameter pulley, kondisi belt, splice, dan kondisi operasi.

Apakah BRG menyediakan belt cleaner conveyor?

BRG menangani kebutuhan conveyor system dan industrial maintenance, termasuk evaluasi, pengadaan, instalasi, dan maintenance komponen conveyor sesuai kebutuhan sistem.

Bagaimana cara menentukan belt cleaner yang sesuai?

Data yang sebaiknya disiapkan antara lain lebar belt, kecepatan belt, diameter head pulley, jenis material, kondisi belt, jenis splice, serta foto area head pulley dan return belt.


Konsultasikan Kebutuhan Belt Cleaner Conveyor kepada BRG

Pemilihan belt cleaner yang tepat membutuhkan pemahaman terhadap kondisi aktual conveyor.

Jika Anda sedang menghadapi masalah carryback, material spillage, belt cleaning, atau kebutuhan maintenance conveyor, data awal seperti belt width, belt speed, jenis material, diameter pulley, kondisi belt, dan foto area conveyor dapat membantu proses evaluasi teknis.

PT Buana Rangga Gumilang (BRG) siap mendukung kebutuhan conveyor system, conveyor maintenance, belt splicing, rubber lagging, belt cleaner, engineering, pengadaan, instalasi, dan industrial maintenance.

PT Buana Rangga Gumilang (BRG)
Conveyor System & Industrial Maintenance
One Stop Conveyor System Solution

Leave a Comment